Mas’ud Yunus

Nama Lengkap Mas’ud Yunus  
Nama tanpa gelar Mas’ud Yunus  
Foto foto Mas’ud Yunus Klik di foto untuk foto yang lebih besar

Data Social Media
Blog  
Facebook
Twitter
Wikipedia http://id.wikipedia.org/wiki/Masud_Yunus
Artikel
No Judul URL    
1 http://www.jawapos.com/baca/artikel/15142/jurus-wali-kota-masud-yunus-memimpin-mojokerto-
2 http://www.jawapos.com/jppic/15142_13063_oke-wali-kota-Mojokerto.jpg
3 http://www.jpnn.com/read/2015/04/01/295516/Gagal-Bujuk-Ibu-Stres,-Wali-Kota-Malah-Kejedot-Kayu
4 http://www.bangsaonline.com/berita/641/masud-yunus-masyarakat-harus-tetap-rukun

Artikel Terkait

No Judul

 

 

 

Comments

http://www.jawapos.com/baca/artikel/15142/jurus-wali-kota-masud-yunus-me...

Mojokerto merupakan kota kecil yang tidak memiliki sumber daya alam. Satu-satunya pilihan bagi Wali Kota Mojokerto Mas’ud Yunus adalah mengoptimalkan pembangunan sumber daya manusia dan ekonomi.

LATAR belakang keagamaan Mas’ud Yunus begitu kuat. Itulah yang membuat pengasuh Pondok Pesantren Al-Amin tersebut berupaya memasukkan unsur dakwah di dalam kebijakan-kebijakannya. Salah satu yang sudah menjadi percontohan adalah adanya pusat pembiayaan usaha syariah (pusyar). Program tersebut berbuah Otonomi Award dari Jawa Pos Institute of Pro-Otonomi pada 2014 lalu.

Pusyar adalah program pemberian pinjaman lunak kepada para pengusaha kecil level usaha kecil dan menengah (UKM) dengan metode syariah. ’’Pemkot menjadi penjaminnya,’’ kata Wali Kota Mojokerto Mas’ud Yunus.

Untuk merealisasikan program tersebut, pemkot yang dalam hal ini dinas koperasi, perindustrian, dan perdagangan menggandeng sejumlah lembaga. Lembaga tersebut adalah Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS), masyarakat ekonomi syariah (MES), dan badan amil zakat (BAZ).

BPRS bertugas menyediakan dana untuk digulirkan kepada UKM. Sementara itu, BAZ dan MES berfungsi menghimpun UKM dan supervisi. Untuk tahap pertama, kredit diberikan kepada 119 UKM. Masing-masing mendapatkan dana Rp 10 juta–Rp 50 juta, bergantung jenis usahanya. ’’Alhamdulillah, setelah setahun berjalan, yang macet hanya 0,9 persen,’’ kata Mas’ud yang juga ketua BAZ Kota Mojokerto itu. ’’Banyak pengusaha kecil yang dulu penerima zakat sekarang sudah menjadi pembayar zakat di BAZ,’’ sambungnya.

Program pusyar, kata Mas’ud, dilanjutkan kembali tahun ini untuk tahap kedua. Rencananya, digulirkan modal senilai Rp 4 miliar. Selain itu, pemkot bekerja sama dengan BAZ sedang mendorong masyarakat membentuk koperasi syariah. Saat ini sudah terbentuk 1 koperasi dan 36 prakoperasi syariah.

Selain inovasi di bidang ekonomi, Mas’ud memiliki program andalan di bidang pendidikan dan pembangunan moral. Kota Mojokerto termasuk daerah yang cukup berhasil di sektor pendidikan. Dalam tiga tahun terakhir, tingkat kelulusan ujian nasional (unas) untuk jenjang SD, SMP, dan SMA adalah 100 persen. Kota Mojokerto juga selalu menempatkan siswanya di jajaran 10 besar nilai unas tertinggi se-Jawa Timur.

Salah satu kiatnya adalah menerapkan jam belajar bagi para siswa di Kota Mojokerto. Jam belajar berlaku pukul 18.00–19.00. Pada saat itu, semua televisi dan radio di Mojokerto harus dimatikan. Anak-anak juga tidak boleh keluyuran pada jam belajar tersebut.

Untuk memastikan jam belajar dipatuhi, mantan kepala SMP Islam Brawijaya itu membentuk satgas di tiap-tiap RT. Satgas inilah yang melakukan sweeping ke perkampungan. Kegiatan satgas dipantau pokja yang dibentuk pemkot.

Mas’ud juga menerbitkan Perwali Nomor 23 Tahun 2011 tentang Kecakapan Dasar Keagamaan (KDK). Anak-anak kelas VI SD/MI wajib memiliki sertifikat KDK. Sertifikat itu juga menjadi tiket untuk bisa mengikuti ujian nasional maupun ujian akhir di sekolah.

Siswa muslim, misalnya, harus memiliki sertifikat yang dikeluarkan TPQ. Hanya TPQ yang sudah distandardisasi dan terdaftar di Kementerian Agama Mojokerto yang bisa menerbitkan sertifikat KDK. Dan, tentunya siswa tersebut harus sudah khatam Alquran.

Di saat sejumlah kabupaten/kota di Jawa Timur mendapat status kejadian luar biasa (KLB) demam berdarah, Kota Mojokerto malah terbebas dari demam berdarah. Mas’ud menyebut Kota Mojokerto bebas demam berdarah tanpa fogging.

Pemkot Mojokerto membentuk kader motivator kesehatan yang berjumlah 1.600 orang. Mereka setiap hari, pukul 07.00–09.00, bertugas memantau jentik nyamuk dan sanitasi di rumah-rumah warga. Hasil pantauannya itu dilaporkan ke puskesmas, kemudian diteruskan ke dinas kesehatan. ’’Jadi, kalau ada warga yang rumahnya kurang bersih dan rawan dijadikan sarang nyamuk, langsung ada tindak lanjut,’’ kata ketua Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) Mojokerto itu.

Setiap Jumat, Mas’ud menjadikannya sebagai Jumat berseri. Warga selama 60 menit melakukan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). ’’Jadi, di sini tidak perlu ada fogging,’’ ujarnya.

Kepemimpinan Mas’ud telah membawa banyak kemajuan. Dari sisi APBD, terjadi peningkatan yang dulu hanya Rp 200 miliar–Rp 300 miliar kini menjadi Rp 800 miilar. PAD-nya menjadi Rp 98 miliar dengan pertumbuhan ekonomi 6,9 persen. Selanjutnya, gini ratio atau rasio kesenjangannya 0,22. (c17/tom)

Dijuluki Wali Kota Termiskin

BARANGKALI Mas’ud Yunus adalah satu-satunya wali kota di Indonesia yang tidak punya mobil pribadi. Ini kenyataan. Pria yang mengawali karir sebagai mubalig itu memang tidak memiliki koleksi mobil seperti kepala daerah pada umumnya.

Selama hidup, Mas’ud baru sekali punya mobil, yakni Suzuki Carry Futura. Itu pun dia punya jauh sebelum menjadi wali kota. Mobil tersebut dia gunakan untuk mendukung aktivitasnya sebagai mubalig. Saat terpilih sebagai wakil wali kota pada 2008, mobil tersebut dijual. ”Waktu itu dijual untuk syukuran. Hanya itu yang bisa dijual,” kata Mas’ud kepada Jawa Pos di ruang kerjanya pekan lalu.

Untuk keperluan mobilitas sehari-hari, Mas’ud cukup mengandalkan tiga mobil dinas dari Pemkot Mojokerto. Dua mobil, Toyota Camry dan Honda CR-V, digunakan Mas’ud. Sedangkan Toyota Innova digunakan untuk kegiatan istri wali kota. Mas’ud tidak membelikan anak-anaknya mobil.

Mantan ketua GP Ansor Cabang Mojokerto itu juga baru sekali umrah ke Tanah Suci. Padahal, biasanya para pejabat bisa umrah setiap tahun. Bekas ketua Dewan Pendidikan Kota Mojokerto itu baru menunaikan ibadah umrah pada 2014, setelah menggelar acara menikahkan anaknya. ”Saya umrah pakai uang sumbangan para tamu acara ngunduh mantu,” kata anak ketujuh di antara 12 bersaudara itu.

Menurut Mas’ud, saat ngunduh mantu, terkumpul uang sumbangan Rp 159 juta. Setelah melaporkan ke KPK, Mas’ud harus mengembalikan ke penyumbang sebesar Rp 2 juta. Kemudian, sekitar Rp 25 juta dia sumbangkan ke sebuah SMP yang pagarnya roboh. Sisanya dia gunakan untuk umrah bersama keluarga. ”Jadi, waktu anak saya menikah, maskawinnya umrah. Ya, sekalian mengantar anak dan mantu umrah,” katanya terus terang.

Mas’ud juga pejabat yang taat aturan. Dia tidak segan memajang daftar laporan harta dan kekayaan di sejumlah papan pengumuman di kantor wali kota. Tujuannya, semua orang bisa melihat. Nilai kekayaan Mas’ud sebelum menjabat sekitar Rp 500 juta. Setelah dia menjabat, nilainya malah turun menjadi Rp 400 jutaan. Itu terjadi karena dia mewakafkan tanah.

Meski menjadi wali kota, Mas’ud tidak menggunakan jabatannya untuk kepentingan keluarga. Bahkan, salah seorang anak Mas’ud sudah tiga kali mengikuti tes CPNS, namun tidak lolos. (c10/tom)

Add new comment